Articles

Pengaruh Ukuran dan Jumlah Umbi Per Lubang Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Putih (Allium sativum L)

In Abstract November 2005 on Maret 5, 2012 by gunturprimordia

Pengaruh Ukuran dan Jumlah Umbi Per Lubang Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Putih (Allium sativum L)

 

Yekti Sri Rahayu dan Suwandari

 

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mencari ukuran umbi bibit (X) gram tiap siung dan jumlah bibit (Y) pelubang yang dapat menghasilkan pertumbuhan dan produksi tanaman bawang putih secara maksimal. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang diulang empat kali. Perlakuan tediri atas ukuran umbi bibit (A) yaitub (A1) dengan bobot 1,5 gr/siung, (A2) dengan bobot 1,0 gr/ siung, dan (A3) dengan bobot 0,5 gr/siung. Sedangkan (J1) adalah jumlah 1 umbi per lubang dean (J2) adalah jumlah 2 umbi per lubang. Pengamatan pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter Batang Semu, sedangkan Pengamatan Produksi meliputi diameter umbi saat panen, berat brangkasan kering tanaman dan berat kering umbi. Analisis yang digunakan adalah anilisis uji F dilanjutkan dengan menggunakan uji BMT pada peluang 0,05. hasil penelitian menunjukan interaksi yang nyata antara prelakuan ukuran umbi dan jumlah umbi bibit per lubang terhadap variabel jumlah daun dan diameter batang semu. Hasil tertinggi diperoleh kombinasi perlakuan ( A1J1) yaitu ukuran umbi besar dengan bobot 1,5 gram/siung dan jumlah satu umbi perlubang

 

Kata kunci: Umbi bibit, Batang Semu, per Lubang

Articles

Pengaruh Konsentrasi EM4 dan Macam Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)

In Abstract November 2005 on Maret 5, 2012 by gunturprimordia

Pengaruh Konsentrasi EM4 dan Macam Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)

 

Qomaruddin dan Idiek Donowarti

 

Abstrak:  tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Effective Microorganisme 4 dan macam pupuk kandang yang sesuai bagi pertumbuhan serta hasil kacang panjang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan ulangan terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi EM4 yang terdiri dari 4 level, yaitu Eo (Konsentrasi EM4 oml/l air), E1 (Konsentrasi EM4 5 ml/l air), E2 ( Konsentrasi EM4 10 ml/l air), E3 (Konsentrasi EM4 15 ml/l air). Sedangkan faktor kedua adalah macam pupuk kandang yang terdiri dari tiga level yaitu: Ko (tanpa pupuk kandang), K1 (pupuk kandang ayam), dan K2 (pupuk kandang kambing). Produksi tanaman kacang panjang dengan penambahan EM4 sebanyak 5 ml/l air relatif memberikan hasil paling tinggi, dengan rata-rata produksi 1,35 ton/ha. Macam pupuk kandang yang paling baik digunakan adalah pupuk kandang kambing meski tak berbeda dengan pupuk kandang ayam. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi EM4 dan macam pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil kacang panjang

 

Kata kunci: konsentrasi EM4, pupuk kandang, kacang panjang

Articles

Peluang Pencapaian Kembali Swasembada Beras Melalui Strategi Revitalisasi Pertanian

In Abstract November 2005 on Maret 5, 2012 by gunturprimordia

Peluang Pencapaian Kembali Swasembada Beras Melalui Strategi Revitalisasi Pertanian

 

Nurul Muddarisna

 

Abstark: Kebijakan impor beras tampaknya sampai saat ini masih menjadi agenda pemerintah yang sulit dihindari mengingat produksi beras nasional relatif belum mampu mencukupi kebutuhan seluruh penduduk. Prestasi swasembada beras pernah diraih oleh bangsa Indonesia tahun 1984 melalui program intensifikasi pertanian, namun seiring pertambahan jumlah penduduk, peningkatan produksi beras nasional yang kurang berarti secara kuantitatif menjadikannya belum mampu mengimbangi peningkatan kebutuhan beras nasional. Beberapa faktor diduga memberikan kontribusi terhadap relatif stagnannya produksi beras nasional diantaranya: marginalisasi kepemilikan lahan, maraknya konversi lahan pertanian, serta kurangnya keperpihakan pemerintah terhadap pengembangan sektor pertanian. Menyadari pentingnya menjaga stabilitas ketahanan pangan serta perekonomian nasional, maka upaya menjadikan kembali sektor pertanian sebagai basis pembangunan ekonomi nasional telah dilakukan oleh pemerintah Kabinet Indonesia Bersatu melalui strategi revitalisasi pertanian. Sebuah harapan besar untuk dapat mencapai kembali prestasi swasembada beras jika strategi revitalisasi pertanian tersebut dapat diterjemahkan dalam sebuah bentuk kebijakan konkrit dilapangan yang menunjang kegiatan dan kemajuan sektor pertanian serta didukung oleh segenap lapisan masyarakat

 

Kata kunci: swasembada beras, setrategi revitalisasi pertanian

Articles

Pengentasan Kemiskinan dan Perubahan Status Sosial Masyarakat Pedesaan

In Abstract November 2005 on Maret 5, 2012 by gunturprimordia

Pengentasan Kemiskinan dan Perubahan Status Sosial Masyarakat Pedesaan

 

Nasikh

 

Abstrak: Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis penguasaan sumber ekonomi yang menjadi faktor penentu stratifikasi sosial masyarakat pedesaan dan perolehan sumber ekonomi yang menyebabkan perubahan status sosial di dalam masyarakat pedesaan. Ketidakberdayaan akibat tidak dimilikinya sumber ekonomi menyebabkan masyarakat miskin menjadi rentan serta terkungkung dalam struktur sosial yang tidak kondusif. Ketidakberdayaan untuk mengakses dan memperoleh sumber ekonomi ini memunculkan sikap bertahan hidup dalam batas pemenuhan Kebutuhan Fisik Minimum (KFM) dan penurunan hasrat untuk maju. Ketimpangan penguasaan sumber ekonomi, menciptakan kemiskinan struktural masyarakat pedesaan. Perubahan sosial secara riil tidak terjadi pada kondisi masyarakat desa, apabila masih terdapat ketidak adilan dalam distribusi pendapatan. Perubahan sosial masyarakat pedesaan lebih banyak ditemukan faktor penghambat dari pada faktor pendorongnya. Faktor penghambat tersebut adalah kurangnya hubungan dengan masyarakat luar, ketimpangan distribusi penguasaan sumber ekonomi, struktur sosial kurang kondusif, ketidakmampuan pemilihan alternatif pemenuhan kebutuhan hidup, kurangnya fasilitas pendidikan serta budaya otoritarian-tradisional pemerintahan desa yang mengakar cukup kuat.

 

Kata kunci: Kemiskinan, Status Sosial, Masyarakat Pedesaan.

Articles

Analisa Perbedaan Pendapatan Usaha Tani Padi Jawa dengan Padi IR 64 (Studi Kasus di Desa Bocek, Kecamatan karangploso, Kabupaten Malang)

In Abstract November 2005 on Maret 5, 2012 by gunturprimordia

Analisa Perbedaan Pendapatan Usaha Tani Padi Jawa dengan Padi IR 64

(Studi Kasus di Desa Bocek, Kecamatan karangploso, Kabupaten Malang)

 

Muhandoyo dan Sugiharto

 

Abstrak: Tujuan pembangunan pertanian adalah peningkatan produksi dan menetapkan swasenbada pangan, meningkatkan pendapatan petani, memperbaiki gizi masyarakat serta memperluas kesempatan kerja dengan tetap memelihara kelestarian sumber daya alam, sehingga perlu dilakukan analisis faktor-faktor pembatas produktifitas tanaman dan pendapatan petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan antara usaha tani padi Jawa dan IR 64, dalam hal biaya, produksi, dan pendapatan. Dengan uji Z dan nilai Z tabel sebesar 1.96 dan 2.33 pada taraf 95 % dan 98 %, nilai Z hitung masing – masing variabel adalah : biaya = 1282.37, produksi = 331.99 dan pendapatan =  8.620. berdasarkan uji/analisa Cobb Douglas didapatkan persamaan  regresi : Ln Y = 32.409 + 0.421 In X1 + 0.377 In X2 – 0.901 In X3 + 0.0015; X1 adalah variabel luas lahan, X2 variabel sarana produksi, X3 variabel tenaga kerja dan Y adalah produksi yang dihasilkan. Uji F menunjukan bahwa ketiga variabel tersebut secara bersama – sama berpengaruh terhadap jumlah produksi

 

Kata kunci: pendapatan, usaha tani, Padi Jawa, IR64

Articles

Respon Pertumbuhan dan Hasil Kapas Akibat Infestasi Berbagai Kepadatan Populasi Hama Spodoptera Litura F. di fase Vegetatif dan Generatif

In Abstract November 2005 on Maret 5, 2012 by gunturprimordia

Respon Pertumbuhan dan Hasil Kapas Akibat Infestasi Berbagai Kepadatan Populasi Hama Spodoptera litura F. di fase Vegetatif dan Generatif

 

Mikael Adri Budi Sulistyo dan Sujak

 

Abstark: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhqan dan hasil tanaman kapas akibat pengaruh infestasi hama Spodoptera litura F. di fase vegetatif dan generatif tanaman kapas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 2 faktor dan 6 ulangan. Faktor 1 (fase tanaman) terdiri dari fase vegetatif dan generatif, sedang faktor 2 (kepadatan populasi) meliputi kepadatan 0, 2, 4, dan 6 ekor ulat per tanaman. Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi nyata antara kepadatan populasi ulat S. litura dengan fase pertumbuhan kapas pada variabel tinggi tanaman, jumlah cabang generatif, dan pertumbuhan kuncup bunga, sedangkan interaksi sangat nyata terjadi pada variable jumlah cabang vegetatif, jumlah ruas cabang vegetatif dan generatif. Untuk panjang cabang vegetatif dan generatif, pembentukan bunga, buah, serta hasil berat kapas berbiji tidak terdapat interaksi antar perlakuan, namun analisis persialnya menunjukan pengaruh nyata. Kepadatan 2, 4, dan 6 ekor per tanaman akan menurunkan produksi kapas 23,5%, 33,5% dan 36,3%.

 

Kata kunci: Kapas, kepadatan, S. litura, vegetatif, generatif

Articles

Faktor – faktor yang Mempengaruhi Tanggapan Petani Terhadap Urea Tablet Padi sawah (Studi Kasus di Desa Bener Kec. Ngrampal, Kab. Sragen)

In Abstract November 2005 on Maret 5, 2012 by gunturprimordia

Faktor – faktor yang Mempengaruhi Tanggapan Petani Terhadap Urea Tablet Padi sawah

(Studi Kasus di Desa Bener Kec. Ngrampal, Kab. Sragen)

 

Hartoyo Erliyanto dan Cahyani Tri Utami

 

Abstrak: Urea tablet merupakan suatu binovasi yang menggantikan urea prill dimana dalam pemanfaatanynya lebih efisien karena unsur N yang digunakan oleh tanaman padi mencapai 70 samapai 90 % apabila dibandingkan dengan urea prill yang hanya 30 sampai 50 %. Penelitian ini bertujuan : (1) untuk mengetahui tanggapan petani terhadap urea tablet, (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tanggapan petani terhadap urea tablet. Urea tablet di Desa Bener mendapat tanggapan yang baik dari petani yang ditunjukan oleh besarnya peresntase tanggapan tinggi petani sebesar 53,33 %, tanggapan sedang 46,67 % dan tanggapan rendah 0 %. Kecilnya tanggapan rendah dari petani disebabkan penilaian petani terhadap urea tablet menguntungkan dan cocok diterapkan pada usaha tani padi sawah. Untuk mengetahui beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi tanggapan petani terhadap urea tablet digunakan analisis regresi linier berganda, dengan hasil persamaan sebagai berikut : Y = 0,6851 + 1,57175 X1 + 1,2053 X2 +0,0649 X3 + 0,3329 X, dimana X1 adalah luas lahan, X2 adalah pengalaman petani, X3 adalah status petani dan X4 adalah kesesuaian saluran komunikasi.

 

Kata kunci:  Faktor Tanggapan Petani, Urea Tablet, Padi Sawah.